"Alberrtttt" teriak mama...
"Uda waktunya berangkat tuh... Lg ngapain sih?" mama teriak lagi.
"Iya maaa... Bentar lagi..." Aku buru2 beresin kerjaan yang di meja... Hari ini hari pertama ospek, ya tau sendiri donk kerjaan apa yg lg gw kerjain... yup2, kerjaan ospek yg super rese... haizzz...
Bercermin bentar, ngeliat kerapian baju sambil memandang kagum sosok yang terpantul dari cermin. Kata orang2 sih aku orangnya lumayan, ga cakep2 amat sih. yang penting masi enak dipandang deh.
Begitu nyampe depan pintu, lgsg terdengar tawa mama.
"Kenapa, ma? Emang ada yang lucu?" tanyaku.
"Hahaha... Itu topi kamu, bert. Konyol amat"
Sambil ngelirik ke topi yg dilapisi pete dan jengkol, aku menghela nafas. "Terpaksa ma.. Ini buat ospek..."
"Haha... Ini pete nya bole mama petik ga? Kebetulan nanti malam, mama rencana mau buat lalapan."
"yeee... ngeledek terus... Udah ah... Albert dah mau berangkat, ma... Kasihan Pak Kumar dah tungguin... chao"
"Oke. Hati2 di jalan ya, say"
"Oke ma"
"Pak Kumar, ayo jalan..." perintahku ke supir pribadi keluargaku.
Sesampainya di gerbang kampus, aku buru2 turun dan lari ke lapangan tmpt para mahasiswa baru berkumpul...
"Wah... ternyata byk jg cewe2 kece di sini... Ga salah pilih kampus nih gw hehe" Kataku dalam hati sambil mati celingak celinguk kiri kanan.
Kemudian... BRUKK!!!
Aku menabrak sesuatu dan aku terhuyung ke belakang dengan pantat sukses mendarat di lapangan...
"Ouch... Sial"
"Maaf... Kamu tak apa apa?". Terdengar suara lembut seorang cewe.
Aku mencoba mencari sumber suara itu, dan sosok cewe di depan ku membuat terpana. Muka bulat, sepasang bola mata yang bagus, senyum yang manis, rambut lurus panjang. Tipe cewe idamanku, tapi yang membuat ku terpana bukan lah kecantikannya, melainkan karena aku merasa pernah melihatnya dan mengenalnya dengan akrab... Pikiranku melayang-layang mencoba mengingat dimana dan kapan aku pernah mengenalnya, dan nihil aku ga bisa mengingatnya sama sekali...
"Hi.. Kamu tak apa apa? Kamu keliatan pucat". Terdengar lagi suara cewe itu.
"AA.. aku takkk pa pa..." kataku dengan gagap karena rasa terkejut.
"Maaf ya aku gak sengaja menabrak kamu tadi."
" Ya ga pa pa. Aku juga salah tadi ga liat jalan" kataku setelah bisa menguasai diri
"Oke, aku duluan ya" Cewe itu melangkah pergi.
Tanpa berpikir panjang, aku langsung teriak "Tunggu, Linda".
Cewe itu menghentikan langkah dan membalikan badan sambil menatapku dengan heran.
"Iya? Kok kamu tau namaku? Apa kita pernah kenal sebelumnya?"
Sekarang giliran aku yang heran. Bagaimana aku bisa tau namanya?